LEMBAGA LAYANAN PENDIDIKAN TINGGI
WILAYAH V YOGYAKARTA
Jalan Tentara Pelajar Nomor 13 Yogyakarta
IKUTI KAMI
Artikel local_library Admin LLDIKTI visibility 240 kali
Jadikan Lebih Berarti
16 Jul
2021
Jumat,16 Juli 2021

Pembaca yang kreatif, saya meminta Wiwin Maryani, seorang siswa baru SMK Walisongo Jakarta, mengambil pulpen dan meletakkan di telapak tangan kirinya. Memintanya mengambil kembali dan melakukan hal yang sama sekali lagi. Saya bertanya, “Apakah terasa berat atau terasa ringan?”, Wiwin menjawab, “Ringan”. “Jika kakak diminta memegang seperti itu selama materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ini berakhir, apa yang Kak Wiwin rasakan?” tanya saya. “Rasanya pegal, Pak”. Kemudian, saya meneruskan pertanyaan, “Jika diibaratkan pulpen itu adalah beban permasalahan dalam hidup, apa yang harus kakak lakukan supaya bisa keluar dari persoalan itu?” Wiwin menjawab mantap, “Jangan terus diingat-ingat pak, diletakkan supaya ringan.”

Pembaca yang kreatif, itulah sebenarnya yang sering terjadi kepada kita. Seringnya memikirkan masalah yang dihadapi, sehingga kita lupa merasakan kebahagiaan yang pernah dialami. Persoalan selalu dibawa kemanapun melangkah. Sesekali perlu juga meletakkan beban itu dan tidak perlu membawanya terus. Hal yang wajar Anda pusing menjalani target pekerjaan dan bisnis. Namun berdoalah kepada Allah SWT, agar kemampuan diri ini, lebih besar dari persoalan yang dihadapi. Supaya beban tidak terlalu berat dan harapanpun semakin kuat. Silakan Anda berbagi impian besar Anda kepada orang lain. Semoga Anda mendapatkan lebih banyak doa dan dukungan.

Pembaca yang kreatif, setelah acara MPLS dipagi hari saya berlanjut dalam pelatihan NLP pada siang hari. Tujuh mahasiswa mengutarakan satu keinginan kuat mereka yang ingin sekali diwujudkan dalam hidup ini. Micko Suttan Fahrezi, ingin mengembangkan usaha sendiri di bidang kopi. Hobinya yang menyukai nongkrong memberikan ide suatu saat nanti ingin nongkrong di kafe sendiri. “Saya menyukai kopi, dan biji kopi di setiap daerah itu memiliki cita rasa yang berbeda. Saya ingin mencobanya”, ujar Micko kepada saya. 

Orang kedua, Dimas Boy, bercita-cita menjadi streamer. Walaupun akan banyak mengalami hujatan namun, Dimas menganggap ini suatu tantangan. “Hidup jangan dibikin mumet,” ujarnya. Reihansyah Maulana ingin sekali menjadi programmer. Kekagumannya kepada para pembuat aplikasi membuat dia ingin menjadi salah satunya. Peserta keempat, Agit Palgunady, bercita-cita menjadi seorang perwira karir di kepolisian. Agit mengatakan, “Saya sangat ingin membuat orang tua saya bangga dan mengangkat derajat mereka. Suatu saat saya ingin membuktikan bahwa anak petani bisa jadi seorang perwira”. Anda boleh mengamininya. 

Seorang Adi Prasetyo ingin mapan di usia muda. Kalimat yang dia sampaikan, “Saya tidak ingin masa tua saya masih memikirkan hal yang belum dicapai. Kalau bisa mewujudkannya, kenapa harus menunggu besok?” Keyakinannya dikarenakan dia mendapatkan motivasi dan bimbingan dari orang-orang hebat disekitarnya. Penasaran dengan komen Satrio Wildan Ashari yang ingin menjadi musisi. “Sejak kecil, setiap harinya saya sudah mendengar dan menikmati musik. Saya ingin belajar musik dan menjadi seorang musisi”. Mahasiswa yang terlihat lebih senior di layar, Ragil Tri Mulyono, ingin membuka lapangan pekerjaan di bidang film. Keyakinannya adalah, “Selain passion, menjadi film maker itu bisa membuat belajar banyak hal,” katanya dengan mantap. 

Pembaca yang kreatif, kalau hari ini Anda merasa yang dilakukan masih biasa-biasa saja, maka saatnya menata kembali tujuan yang ingin Anda raih di masa depan, dan buatlah alasan mengapa itu begitu berarti.

Sehat dan sukses selalu.

Tulisan ini telah dimuat di harian Republika tanggal 16 Juli 2021 Rubrik Inspira halaman 8.