LEMBAGA LAYANAN PENDIDIKAN TINGGI
WILAYAH V YOGYAKARTA
Jalan Tentara Pelajar Nomor 13 Yogyakarta
IKUTI KAMI
Artikel local_library Admin LLDIKTI visibility 57 kali
Jangkar Bahagia
08 Okt
2021
Jumat,08 Oktober 2021

Pembaca yang kreatif, ketika mengisi pengu atan motivasi untuk guru dan tenaga kependidikan (tendik) di SMKN 1 Cangkringan, Selasa (5/10), saya berbagi materi Jangkar Bahagia yang bagi praktisi/master NLP disebut juga anchoring. Materi ini salah satu cara untuk membuat suasana bahagia, khususnya ketika seseorang dihadapkan pada kondisi tidak nyaman. Sekolah sudah mulai memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas bagi siswa. 

Tantangannya adalah sebagian guru dan tendik tentu sudah memiliki pola/kebiasaan bekerja dari rumah selama 18 bulan. Mengubah sesuatu yang sudah menjadi life style memang butuh waktu lagi. Namun semua bisa berubah kembali seiring terusnya kita melakukan aktivitas baru itu. Agar semangat dan rasa senang hadir dalam melakukan aktivitas kenormalan baru ini, maka seseorang harus menghadirkan rasa senang/bahagia/enjoy dalam aktivitas itu.

Ketika berangkat dari rumah menuju tempat kerja, maka niatkan sesuatu yang kuat. Bahwa yang dilakukan ini adalah tidak sekedar mengikuti peraturan kerja, namun bekerja adalah usaha kita membantu meringankan beban tugas pegawai yang lain. Berbagi ilmu untuk orang lain, dan berbagi bahagia karena sebagian mereka sangat menyenangi bisa bertemu teman-temannya.

Tetapi ketika mood tidak nyaman dengan kondisi yang ada, maka bisa jadi kehadiran menjadi beban. Nah, di sinilah kita harus mengalahkan beban tadi dengan menghadirkan rasa bahagia dalam pikiran kita. Sangat sederhana sebenarnya. Menghadirkan rasa bahagia. Memang yang sulit adalah jika dalam hidup seseorang itu gak ada bahagia-bahagianya sama sekali, hehe.

Seseorang mengatakan, “Saya bahagia setiap hari, kok.” Kalau itu bisa dilakukan, berarti nilai-nilai spiritual dalam bekerja sudah hadir pada orang tersebut. Tetapi apabila tidak semudah itu dan butuh waktu untuk bisa melakukannya maka teknik anchoring bisa digunakan.

Pembaca yang kreatif, bagaimana membuat jangkar bahagia itu? Sangat sederhana, seseorang cukup rileks kemudian membayangkan atau merasakan atau mendengarkan pengalaman bahagia yang sangat berkesan pernah dialaminya (state of mind). Ketika sudah mendapatkan kondisi, maka silahkan dirasakan dengan memberikan stimulan. Misal dengan tangan digerakkan maju mundur atau melingkar atau mendekap di bagian tubuh yang merasakan kebahagiaan tadi. Kecenderungan biasanya di dada namun bisa juga di kepala. 

Tentu tiap orang tidak sama. Rasa bahagia tadi kebanyakan di jangkar pada posisi tangan yang membentuk kepalan, tanda jempol, atau tanda cinta (saranghae). Lalu silakan diberikan stimulan dengan memukul perlahan posisi tangan tadi. Setelah rasa bahagia yang naik tadi diturunkan secara perlahan ke posisi normal. Selanjutnya berikanlah kalimat/kata positif untuk ikatan di tangan. Setelah dilepaskan, silakan Anda mencoba dan merasakan jangkar bahagia yang telah Anda miliki.

Kasus yang dialami teman saya ketika menjadi master of ceremony (MC) di acara nasional. Ketika video Indonesia Raya yang akan ditayangkan oleh operator mengalami kendala. Dan hadirin yang berdiri sudah menunggu hampir dua menit. Teman saya melihat raut wajah pimpinan pusat kantornya terlihat tidak nyaman pada situasi itu. Dan benar saja semua berdampak pada saat beliau memberikan sambutan. Sebagai seorang MC, teman saya sangat memahami situasi itu. Jika dia terbawa suasana dengan sambutan yang tegang tadi, maka acara seharian yang akan berlangsung ini bisa berjalan dengan penuh ketegangan. Dia langsung mengaktifkan jangkar bahagianya dan langsung membawakan acara santai seperti tidak ada kejadian apa-apa.

Pembaca yang kreatif, ketika Anda melihat teman kok bawaannya sambat/sewot dalam menjalani pekerjaan dan bisnisnya, kayaknya Anda perlu membantu membuatkan jangkar bahagia untuk dirinya. Paling tidak membantu menurunkan beban mental yang dihadapinya. 

Selamat Hari Kesehatan Mental Dunia.

Sehat dan sukses selalu.

Tulisan ini telah dimuat di harian Republika tanggal 8 Oktober 2021 Rubrik Inspira halaman 8.