LEMBAGA LAYANAN PENDIDIKAN TINGGI
WILAYAH V YOGYAKARTA
Jalan Tentara Pelajar Nomor 13 Yogyakarta
IKUTI KAMI
Artikel local_library Admin LLDIKTI visibility 70 kali
Kebajikan dan Kemenangan
10 Sep
2021
Jumat,10 September 2021

Pembaca yang kreatif, ketika Hua Mulan mendapatkan tawaran akan dijadikan seorang perwira pengawal kerajaan oleh Kaisar, dikarenakan semangat juangnya dalam menyelamatkan dinasti. Mulan mengungkapkan rasa tersanjung dan terima kasihnya atas kepercayaan Kaisar. Sekaligus juga memohon maaf dengan segala kerendahan hati bahwa dia tidak bisa menerima penghargaan itu. Mulan meninggalkan keluarga dalam kekhawatiran karena keputusannya melakukan perjalanan untuk bergabung dalam pelatihan prajurit membela kerajaan.

Keluarganya tersadar dipagi hari, ketika ayahnya terkaget dan mencari seluruh peralatan perangnya yang sudah tidak ada. Mulan mengungkapkan kepada Kaisar bahwa dia ingin menebus kepercayaan keluarga yang telah dikhianatinya. Ia mengambil pilihan yang mempertaruhkan aib keluarga. Sejak dulu Mulan sudah bersumpah untuk setia, berani dan jujur. Untuk memenuhi sumpahnya ini, dia memohon agar diizinkan pulang kerumah dan menebus kesalahannya. Diluar dugaan Mulan, Kaisar mengizinkannya dan mengatakan, “Pengabdian kepada keluarga adalah suatu kebajikan utama”.

Pembaca yang kreatif, Mulan mengatakan kepada ayahnya ketika mereka bertemu bahwa dia  mencuri kuda, pedang, dan baju besinya. Bahkan menghilangkan pedang yang begitu berharga. Dan dia menyadari bahwa pedang itu sangat berarti bagi ayahnya. Kalimat yang keluar dari lisan ayahnya adalah, “Putrikulah yang amat berarti bagiku.” Pada saat situasi emosional itu, datanglah rombongan prajurit kerajaan ke desanya Mulan. Ayahnya dan komandan Tung Yong saling mengenal baik karena mereka adalah satu angkatan dalam peperangan di masa lalu.

Awalnya dikira kedatangan rombongan prajurit ini untuk mendisiplinkan Mulan. Ternyata Yang Mulia Kaisar memberikan hadiah sebuah pedang yang sangat indah yang ditandai dengan pilar kebajikan. Tertulis sama dengan pedang ayahnya, “Setia, berani, jujur”. Dan ternyata ada pilar kebajikan keempat kata Komandan Tung Yong. Mulan membalik sisi pedangnya dan membaca tulisan, “Pengabdian untuk keluarga”.

Pembaca yang kreatif, inspirasi film Mulan (2020) ini memberikan pembelajaran bahwa keseharian kita bekerja, berwirausaha, bahkan sampai pada ranah kompetisi dan pertandingan ada baiknya melibatkan pilar kebajikan itu. Kompetisi bukan persoalan menang atau kalah. Tapi bagaimana kita menunjukkan bahwa kita ada.

Istilah teman-teman start-up ‘unjuk gigi aja dulu’. Tujuannya agar investor mengetahui bahwa mereka memiliki produk (app). Kemenangan juga adalah bagaimana kita mengakui orang lain. Memberikan apresiasi dan reaksi positif atas keberhasilan orang lain. Kekecewaan akibat kegagalan dalam kompetisi adalah hal yang wajar. Namun akan sangat disayangkan jika kita tidak mencoba bangkit dari kegagalan itu. Lebih parah lagi jika sempat menuding kemenangan orang lain karena faktor orang dalam atau orang dekat. Sekarang ini sering sekali kita mendengar ungkapan gen-z dalam obrolan mereka. Sukses ada tiga cara, berusaha, berdoa, dan orang dalam, hehe.

Pembaca yang kreatif, siapakah sebenarnya orang yang memiliki mental pemenang itu? Mereka adalah orang yang bisa menyikapi kemenangan dan kegagalan. Ketika mencoba dan belum berhasil maka akan terus berkomit men untuk bangkit mencobanya kembali. Jadi pemenang bukan tidak pernah gagal, pemenang selalu bangkit dari kegagalan dan persoalan.

Sehat dan sukses selalu.

Tulisan ini telah dimuat di harian Republika tanggal 10 September 2021 Rubrik Inspira halaman 8.