Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca, Mahasiswa UAD Buat Aplikasi ZERO-C

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali mengukir prestasi internasional dengan meraih juara I dalam ajang bergengsi “5th Sustainability Challene 2023” yang diselenggarakan oleh Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM), Malaysia, pada Sabtu–Senin, 25-27 November 2023.

Mereka adalah tim dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) UAD di bawah dosen pembimbing Dr.-Ing. Suhendra M.Sc. yang diketuai oleh Norsyifa, Program Studi (Prodi) Teknik Kima, bersama Bambang Cahya Ramadhan, Prodi Teknik Kimia, dan Andi Bintang Toar Dondok, Prodi Teknik Informatika.

Model Bisnis Carbon Tranding

Pada kompetisi ini, mereka mendapat apresiasi tim juri yang terdiri atas profesor dan profesional Malaysia dengan mengajukan platform “ZERO-C: User Friendly Platform in Carbon Trading to Achieve Global Emission Reduction Targets”.

Ide itu di latar belakangi oleh munculnya model bisnis carbon trading, salah satu instrumen utama dalam upaya global mengurangi emisi dan mencapai target perubahan iklim yang ditetapkan oleh Persetujuan Paris.

Mereka menilai, aktivitas carbon trading memberikan kerangka kerja internasional untuk bekerja sama dalam mengurangi emisi dan memungkinkan negara-negara untuk saling membantu dan berbagi tanggung jawab.

Mengatasi Perubahan Iklim

Melalui proposal yang diusung oleh Tim FTI UAD, mereka sukses meyakinkan dewan juri mengenai manfaat dan urgensi yang signifikan dari sistem perdagangan karbon dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dan mengatasi perubahan iklim.

Selain itu, manfaat lainnya adalah mampu berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu affordable and clean enegy, climate action dan partnerships for the goals.

Bagi user friendly ZERO C diharapkan bisa memberikan insentif ekonomi bagi perusahaan dan negara untuk mengurangi emisi GRK dengan mendapat keuntungan dari penjualan kredit karbon surplus.

Aplikasi ZERO C

Aktivitas perdagangan melalui platform ZERO C ini akan memberikan fleksibilitas dalam memilih bagaimana dan di mana pengurangan emisi dapat dilakukan, sehingga memungkinkan perusahaan atau negara untuk mencapai target dengan biaya yang lebih rendah.

Jika konsep ZERO-C berhasil diterapkan akan mendorong pengembangan dan adopsi teknologi bersih, karena perusahaan yang mengadopsi praktik ramah lingkungan dapat menjual kredit karbon surplus dan insentif tersebut akan membantu mendanai proyek-proyek berkelanjutan di negara berkembang yang dapat menciptakan lapangan kerja lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Aplikasi ZERO-C ini akan membantu perusahaan dan stakeholdesr mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan emisi, karena perusahaan harus melaporkan dan memverifikasi emisi mereka. (Doc)

uad.ac.id


BAGIKAN