Lonjakan e-commerce, pada semester 1 tahun 2020

Pada umumnya masyarakat lebih mantab menggunakan transaksi perdagangan konvensional yang mengharuskan bertemunya antara penjual dengan pembeli. Filosofi ada uang ada barang secara langsung memberikan kepercayaan masyarakat atas setiap transaksinya.

Sebenarnya transaksi perdagangan saat ini tidak harus berpusat pada pasar tradisional, supermarket, mall, plaza atau pusat perbelanjaan lainnya. Saat ini adalah era digital yang memberikan peluang kemudahan bagi siapapun untuk memenuhi kebutuhannya. Hidup dengan kemajuan teknologi seperti saat ini memang sangat memudahkan, demikian juga dalam hal berbelanja.

Era digital bukan hanya memberikan kemudahan dalam berkomunikasi, tetapi juga dalam hal bertransaksi. E-commerce menjadi alternatif yang yang menjanjikan, karena dengan mengunjungi laman e-commerce kita dapat melakukan transaksi dari rumah. Tapi kadang masyarakat masih ragu untuk memanfaatkannya karena sudah terbiasa bertransaksi secara konvensional (menerima barang/jasa ketika mengeluarkan uang), juga karena kurangnya  pengetahuan tentang e-commerce itu sendiri.

E-commerce diartikan sebagai suatu proses berbisnis dengan menggunakan teknologi elektronik yang menghubungkan antara perusahaan, konsumen dan masyarakat dalam bentuk transaksi elektronik dan pertukaran/penjualan barang, servis, dan informasi secara elektronik (Munawar, 2009).

Beberapa manfaat dari e-commerce  (Suyanto, 2003) antara lain :

  1. Bagi organisasi/perusahaan  pemilik e-commerce
  1. Memperluas marketplace hingga pasar nasional dan internasional
  2. E-commerce menurunkan biaya pembuatan, pemrosesan, pendistribusian, penyimpanan
  3. E-commerce mengurangi waktu antara outlay modal dan penerimaan produk dan jasa
  1. Bagi konsumen
  1. E-commerce memungkinkan pelanggan untuk berbelanja atau melakukan transaksi  selama 24  jam sehari sepanjang tahun dari hampir setiap lokasi
  2. E-commerce memberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan, mereka bisa memilih  berbagai produk dari banyak vendor
  3. E-commerce menyediakan produk dan jasa yang tidak mahal kepada pelanggan dengan cara mengunjungi banyak tempat dan melakukan perbandingan secara cepat
  4. Pelanggan bisa menerima informasi yang relevan secara detil dalam hitungan detik,  bukan lagi hari atau minggu
  1. Bagi masyarakat umum
  1. E-commerce memungkinkan orang untuk bertransaksi  di dalam rumah dan tidak harus keluar rumah untuk berbelanja. Ini berakibat menurunkan arus kepadatan lalu lintas di jalan  serta mengurangi polusi udara
  2. E-commerce memungkinkan orang di negara-negara dunia ketiga dan wilayah pedesaan untuk menikmati aneka produk dan jasa yang akan susah mereka dapatkan tanpa e-commerce

Sementara itu, kasus positif COVID-19 di Indonesia pertama kali dideteksi pada 2 Maret 2020, ketika dua orang terkonfirmasi tertular dari seorang warga negara Jepang.. Pada 9 April 2020, pandemi sudah menyebar ke 34 provinsi dengan Jawa TimurDKI Jakarta, dan Sulawesi Selatan sebagai provinsi paling terpapar (id.wikipedia.org) Pada masa pandemi virus corona atau Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tersebut pemerintah membuat kebijakan berupa larangan berkumpul atau berkerumun, dan menjaga jarak antara satu individu dengan individu lainya (physical distancing).

Sementara masyarakat membutuhkan transaksi untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Transaksi/belanja online melalui laman e-commerce menjadi alternatif utama, pesan dari rumah, tanpa beranjak ke luar rumah, barang sudah sampai di depan pintu.

            Elsa Catriana (kompas.com), melansir informasi dari Direktur kurir dan logistik PT POS Indonesia bahwa selama pandemi, transaksi pengiriman barang e-commerce melalui PT Pos mengalami peningkatan. Pola konsumsi masyarakat berubah selama pandemi Covid-19. Awalnya, masyarakat lebih memilih melakukan transaksi berbelanja secara konvensional, namun kini lebih memilih belanja online. Ada perubahan perilaku konsumen yang terjadi selama pandemi ini.

            Transaksi Harian di E-Commerce melonjak 26% selama pandemi. Hal tersebut dilaporkan Kredivo platform kredit digital, dalam laporan, Kredivo mencatat peningkatan cukup stabil terhadap jumlah pengguna baru yang melakukan transaksi melalui e-commerce. Hal ini sejalan dengan laporan Konsultan Global McKinsey yang menunjukkan terjadinya peningkatan pembayaran tanpa kontak (contactless payment) sebesar 26% di Indonesia selama bulan Juni 2020. Sementara itu metode pembayaran lainnya seperti cash dan penggunaan kartu debit/kredit mengalami penurunan. Hal ini salah satunya karena berkurangnya risiko belanja tatap muka dan penggunaan uang tunai saat bertransaksi. (Yuni Riadi,2020)

            Model pembayaran dalam bertransaksi melalui e-commerce, yang dapat mengurangi risiko tatap muka dan bersentuhan dengan pihak lain (pshysical distancing) dan mengurangi kontak dengan  uang kertas yang rawan akan virus dan bakteri, antara lain melalui : Internet banking, ATM ataupun e-Money. E-commerce yang populer di Indonesia saat ini adalah Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada dan Bibli.com

            Lonjakan e-commerce pada semester 1 tahun 2020 bukan karena meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang kecanggihan teknologi, juga bukan karena gaya hidup  sebagai faktor utama, tetapi lebih pada faktor aman bertransaksi (mengurangi kontak fisik, menjaga jarak satu sama lain) saat pandemi melanda Indonesia juga dunia. (kristini/misterajie)


BAGIKAN