Mahasiswa UKDW Budidayakan Larva Black Soldier Fly untuk Olah Sampah Organik

Saat ini, persoalan sampah telah menjadi permasalahan yang serius di Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Hal ini terlihat dari banyaknya tumpukan sampah di beberapa tempat publik, akibat ditutupnya Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. Terjadinya penumpukan sampah ini juga akibat dari kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah.

Berangkat dari permasalahan tersebut, tim mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta yang terdiri dari Erlinda Sri Ayuningsih (Prodi Biologi), Maryo Ruben Babys (Prodi Arsitektur), dan Amelia Putri Kinanthi (Prodi Biologi) mengajukan proposal berjudul “Budidaya Larva Lalat Tentara Hitam Black Soldier Fly sebagai Pengganti Pakan Ternak Ikan atau Unggas Serta Solusi Pengolahan Sampah Organik”.

Erlinda selaku ketua tim mengatakan bahwa berkat bimbingan dari dosennya, Kukuh Madyaningrana, S.Si., M. Biotech., mereka berhasil mendapatkan hibah Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2023 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). “Selain memberikan kesempatan untuk mengembangkan ide kreatif, kegiatan P2MW juga mendorong kelompok-kelompok mahasiswa terpilih untuk dapat merealisasikan ide secara langsung dengan menggunakan dana hibah yang diserahkan ke masing-masing kelompok dalam jangka waktu tertentu. Topik kegiatan yang kami lakukan adalah kegiatan wirausaha berbasis budidaya dengan memanfaatkan sampah organik untuk membantu menangani permasalahan sampah. Budidaya yang kami kembangkan adalah budidaya larva lalat tentara hitam (black soldier fly) yang dikenal sebagai maggot,” terangnya.

Lebih lanjut Erlinda menjelaskan budidaya maggot memiliki tujuan penting yaitu sebagai pengolah sampah organik secara alami, tetapi juga dapat bernilai ekonomis. Maggot dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan hewan ternak, seperti ikan hias, ikan yang dibudidayakan (seperti ikan lele, ikan nila, dan lain sebagainya), serta unggas (seperti burung hias dan ayam). Selain sebagai pakan hewan ternak, sisa maggot juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan media tanam bagi tanaman. Maggot juga dapat digunakan sebagai sarana edukasi, khususnya untuk mempelajari tahap pertumbuhan lalat tentara hitam yang mengalami metamorfosis sempurna.

“Melihat potensi maggot yang cukup besar, bernilai ekonomis, serta dapat merambah berbagai pasar, kami merasa bersemangat untuk merealisasikan ide wirausaha budidaya maggot. Saat ini, belum semua masyarakat mengetahui potensi maggot. Beberapa masih memanfaatkan maggot sebagai pakan hewan ternak, belum melalui upaya diversifikasi produk pakan dari maggot ini. Selain dapat menghasilkan keuntungan, juga dapat menjadi salah satu solusi dari permasalahan sampah yang masih merebak di tengah masyarakat,” pungkasnya.


BAGIKAN