Membuat Kompos dari Kotoran Kambing dan Limbah Daun

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Reguler Periode 119 Unit X.A.3 yang bertempat di Dusun Kuroboyo, Pandak, Bantul, mengadakan penanaman sayuran kangkung. Selain itu, mereka juga menginisiasi pembuatan pupuk kompos menggunakan limbah daun dan limbah kotoran kambing, serta cairan larutan gula yang dicampurkan dengan EM4.

Langkah pertama dalam pembuatan kompos menggunakan limbah daun ini adalah mengumpulkan daun dengan cara menebang daun yang menghalangi masuknya cahaya matahari pada pohon. Proses penebangan bermanfaat bagi pohon karena daun yang menghalangi tersebut menghambat cahaya matahari untuk pohon itu sendiri dan tanaman yang ada di sekitarnya.

Daun yang sudah dikumpulkan nantinya akan dicacah lagi menjadi potongan-potongan kecil sekitar 2–4 cm agar memudahkan proses pembusukan. Proses ini dimulai dengan memisahkan antara daun dengan ranting lalu mencacah daun yang berukuran besar menjadi potongan kecil.

Setelah proses pencacahan selesai, daun dicampurkan dengan kotoran kambing di atas terpal sembari menyemprotkan cairan campuran larutan gula dan EM4. Setelah teraduk rata, limbah daun yang sudah tercampur rata dengan kotoran kambing akan dimasukkan ke dalam tong yang ditutup dengan rata untuk proses pembusukan.

Proses ini memakan waktu sekitar 2–3 minggu dan harus dilakukan pengadukan secara rutin setidaknya satu minggu sekali. Proses pengadukan bertujuan agar kompos terkena dengan udara yang berguna untuk mempercepat proses pembusukan.

Kompos yang sudah dibuat oleh mahasiswa KKN UAD Unit X.A.3 ini nantinya akan dimanfaatkan sebagai pupuk alami untuk tanaman kangkung. Di Dusun Kuroboyo juga terdapat Kebun Dakwah UAD sehingga pupuk kompos yang sudah jadi dapat menyuburkan kebun itu. (hnf)

uad.ac.id


BAGIKAN