LEMBAGA LAYANAN PENDIDIKAN TINGGI
WILAYAH V YOGYAKARTA
Jalan Tentara Pelajar Nomor 13 Yogyakarta
IKUTI KAMI
Artikel local_library Admin LLDIKTI visibility 140 kali
Orientasi Jauh ke Depan
30 Apr
2021
Jumat,30 April 2021

Pembaca yang kreatif, dalam sesi sharing motivasi acara School Zone bersama Radio MQ 92.3 FM dan MAN 1 Yogyakarta, saya bertanya ke seorang guru yang bergabung lewat aplikasi Zoom. Apa lima keinginan beliau di masa depan? Sambil tersenyum guru muda itu menjawab, yang pertama adalah ketemu jodoh. Kedua, menghajikan ayahnya. Ketiga, keluarga sakinah. Keempat, berguna untuk semua orang. Kelima, hidup rukun. Saya melontarkan pertanyaan kembali, mengapa beliau bersemangat untuk mewujudkan kelima hal tersebut?

Jawaban yang diterima oleh audiens yang berada di aula, penonton di Youtube, dan sahabat MQ yang mendengar lewat radio yaitu tentang egoisme. Beliau merasakan bahwa di sekitaran (lingkungan) yang terjadi saat ini, banyak orang yang masih memiliki sikap egoisme tinggi antar sesama. Jadi beliau berkeinginan hidup bermasyarakat itu adalah hidup yang guyup dan saling peduli.

Pembaca yang kreatif, meneruskan pertanyaan, saya meminta beliau untuk memilih tiga hal saja yang menjadi prioritas. Guru ini memilih jodoh, menghajikan orangtua, dan rukun. Untuk mewujudkan ketiga keinginan ini, yang harus dilakukan menurut beliau adalah introspeksi diri, berdoa, dan selalu bersyukur. Saya melanjutkan pembicaraan kepada beliau dengan satu pertanyaan. Jika diminta memilih satu, mana yang ingin segera beliau wujudkan dalam hidup? Dan jawabannya adalah ketemu jodoh. Seketika hadirin di aula tersenyum dan mengatakan, “Aamiin”. Saya tutup dengan sekali lagi bertanya tentang gambaran beliau untuk menikah itu kapan? Dengan mantap beliau menjawab, “Tahun ini”.

Pembaca yang kreatif, semoga Allah SWT memudahkan urusan beliau dan kita semua. Pembaca yang kreatif, mengapa orang harus tetap optimistis, walaupun dia memiliki perma salahan dalam hidup? Hidup tidak berhenti di satu titik saja. Satu pintu tertutup mesti pintu yang lain akan terbuka. Namun mengapa seseorang tidak melihat pintu yang terbuka itu? Karena orang itu tertalu fokus sama pintu yang ditutup. Kadang saya becanda kepada mahasiswa, jika memang pintu Anda tertutup semuanya, maka carilah yang memegang kuncinya (yang jelas itu mesti personil satuan pengamanan, hehe).

Orang akan optimistis, ketika mereka memiliki harapan. Harapan yang tidak sekedar untuk saat ini saja, namun berorientasi jauh ke depan. Jika ingin hidup damai di dunia, maka bahagialah dengan apa yang kita punya. Jika ingin hidup lebih damai maka berbagilah bahagia yang kita punya. Bisnis, pekerjaan, keluarga, hobi semuanya bisa membuat anda bahagia apabila anda senang dan menebar bermanfaat. Tapi semua itu tidak akan berarti jika anda menolak untuk bertumbuh, putus asa dengan keadaan, capek dengan aktivitas, susah dengan orang lain serta selalu berharap diberi imbalan yang tak kunjung datang.

Pembaca yang kreatif, berorientasi jauh kedepan akan membuat seseorang berusaha lebih baik. Menebar kebaikan, bekerja maksimal, serta bijak dalam menghadapi persoalan. Berorientasi jauh kedepan lebih menekankan perencanaan tujuan jangka panjang diantaranya merencanakan pendidikan lebih tinggi, target maksimal dalam pekerjaannya. Optimisme dalam membangun keluarga serta memperoleh kebahagiaan dengan cara beribadah dan berbagi kepada sesama.

Sehat dan sukses selalu.

 

Tulisan ini telah dimuat di harian Republika tanggal 30 April 2021 Rubrik Inspira halaman 8.