LEMBAGA LAYANAN PENDIDIKAN TINGGI
WILAYAH V YOGYAKARTA
Jalan Tentara Pelajar Nomor 13 Yogyakarta
IKUTI KAMI
Artikel local_library Admin LLDIKTI visibility 54 kali
Panduan Pembelajaran Tatap Muka
28 Apr
2021
Rabu,28 April 2021

Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim secara resmi menerbitkan SKB Empat Menteri yang memuat Panduan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas Juli 2021 .

Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebutkan bahwa SKB telah ditandatangani Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, dan Menteri Agama.

Ia mengatakan bahwa Pemerintah Daerah diminta mensosialisasikan serta melakukan pengawasan ketika pembelajaran atau sekolah tatap muka secara terbatas dilaksanakan.

“Sehubungan dengan itu, Pemerintah Pusat meminta pemerintah daerah untuk mensosialisasikan terhadap keputusan pembelajaran tatap muka yang telah dirancang oleh lintas kementerian ini,” kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. 

Untuk pembelajaran tatap muka mendatang berlangsung dengan baik, maka Pemerintah memastikan bahwa para tenaga pendidik akan menerima vaksin Covid-19. Sementara itu, vaksinasi terhadap tenaga pendidik ditarget selesai pada Juni 2021 mendatang, dengan target pemerintah sebanyak 5,8 juta orang.

“Target ini ditetapkan, tentunya ditetapkan setelah melewati berbagai macam pertimbangan, dan disesuaikan kemampuan vaksinasi di lapangan,” kata Wiku Adisasmito.

Selain itu, Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan sejumlah ketentuan bagi sekolah yang akan kembali melakukan proses belajar mengajar (PBM) tatap muka.  “Kali ini sekolah boleh dibuka tapi masuk sekolah kali ini bukan seperti sekolah biasa,” kata Nadiem Makarim yang dikutip mediahari  Rabu, 31 Maret 2021.

Berdasarkan SKB Empat Menteri, terdapat sejumlah panduan pembelajaran tatap muka yang berkenaan dengan kondisi kelas untuk dua bulan pertama bagi SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs, SD, MI dan program kesetaraan untuk menjaga jarak 1,5 meter, serta setiap kelas diisi maksimal 18 orang peserta didik.

Sementara itu, untuk SDLB, SMPLB, MTsLB, MALB, dan SMALB diminta menjaga jarak minimal 1,5 meter dan setiap kelasnya diisi maksimal lima orang peserta didik.

Untuk jenjang PAUD wajib menjaga jarak minimal 1,5 meter dan setiap kelas diisi lima peserta didik. Kemudian, terkait jumlah hari dan jam (waktu) belajar tatap muka terbatas dengan pembagian rombongan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan tetap mengutamakan kesehatan warga satuan pendidikan.

Selanjutnya, terkait perilaku wajib di seluruh lingkungan satuan pendidikan, SKB Empat Menteri mengatur:  Menggunakan masker 3 lapis, masker sekali pakai, atau masker bedah yang menutupi hidung, mulut sampai dagu, Wajib cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer) menjaga jarak minimal 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik seperti bersalaman atau cium tangan serta menerapkan etika batuk/bersin.

Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan bahwa protokol kesehatan (prokes) lainnya dalam dua bulan pertama, yaitu tidak ada aktivitas di kantin, aktivitas olahraga, ekstrakurikuler, dan kegiatan lain selain pembelajaran.

Selain itu, Pemda (Pemerintah Daerah) dan Kanwil Kemenag melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan memenuhi daftar periksa protokol kesehatan dan memastikan transportasi seluruh peserta didik dan tenaga pendidik aman, melaksanakan 3T jika ada kasus, dan menutup sementara PTM kalau ada kasus konfirmasi.

Sumber:

https://itjen.kemdikbud.go.id/public/post/detail/panduan-pembelajaran-tatap-muka