LEMBAGA LAYANAN PENDIDIKAN TINGGI
WILAYAH V YOGYAKARTA
Jalan Tentara Pelajar Nomor 13 Yogyakarta
IKUTI KAMI
Berita PT local_library Universitas Mercu Buana Yogyakarta visibility 215 kali
PBI UMBY Gelar Workshop Series 3 Kolaborasi dengan UPSI
02 Mei
2021
Minggu,02 Mei 2021

Rangkaian workshop kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Indonesia dan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia usai sudah. Kegiatan workshop yang merupakan International Joint Community Service ini ditutup oleh Wakil Dekan FKIP UMBY, Agustinus Hary Setyawan, S.Pd., M.A. pada hari Senin, (26/04/2021).

Acara ini dihadiri oleh kedua tim pengabdian masyarakat dari UMBY, UPSI, serta peserta workshop yang setia hadir dan antusias mengikuti semua rangkaian dari seri pertama sampai akhir ini baik dari Sekolah Menengah Sains Banting - Selangor, Sekolah Menengah Kebangsaan Khir Johari – Perak, maupun Universiti Sains Islam Malaysia.

Dalam sambutannya Hary, sapaan akrabnya, mengapresiasi kegiatan yang diusung oleh dua universitas ini sebagai kolaborasi internasional yang mana kita semua bisa belajar bersama dan mengambil manfaat dari kegiatan ini, khususnya dalam pengenalan budaya lokal untuk peserta didik generasi Z melalui Pendekatan Pembelajaran Bahasa Berbasis Budaya atau dikenal dengan Cultural Language Learning Approach (CLLA).

Seri terakhir dalam program pengabdian ini diisi dengan Focused Group Discussion (FGD) yang di dalamnya juga ada pemodelan pengajaran menggunakan CLLA yang dipresentasikan oleh dua peserta guru dari Sekolah Menengah Sains Banting, Selangor yang kerap disapa dengan Miss Izan dan Mr. Danial yang keduanya merupakan guru Bahasa Inggris di tingkat satuan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kedua peserta ini mencoba mempraktikkan pengajaran dengan mengintegrasikan nilai budaya melalui upacara adat pernikahan dan tari-tarian yang ada di Malayasia sebagai teks (discourse) dalam pembelajaran. Umpan balik pun diberikan oleh para mentor dan peserta lain untuk saling berdiskusi, memahami lebih dalam apa itu CLLA.

Elysa Hartati, S.Pd., M.Pd. yang juga merupakan anggota pengabdi sekaligus moderator pada seri tersebut memimpin diskusi yang sangat asik di tengah sebagian peserta yang sedang menjalani karantina mandiri karena covid-19 dan rasa simpati atas tenggelamnya KRI Nanggala 402. Namun, hal itu tidak mengurangi antusias para peserta untuk berdiskusi di seri akhir ini. Dr. Dra. Hermayawati, S.Pd., M.Pd. yang merupakan ketua tim pengabdian juga merasakan keinginan belajar dari peserta sangat tinggi. Beliau yang sekaligus penemu teori dari CLLA ini berharap akan banyak guru yang bisa menerapkan CLLA di kelas-kelas yang mereka ampu, sehingga nilai budaya pun akan turun temurun dari generasi ke generasi dan bisa terlestarikan dengan baik.

Salah satu peserta workshop yang lain juga mengemukakan bahwa pelestarian budaya sangatlah penting. Tetapi sebagai guru pun kita harus tahu budaya kita sendiri sebelum menularkannya kepada siswa, ungkap Mr. Zainal yang juga guru di Sekolah Menengah Sains Banting.

Lu’luil Maknun, S.Pd., M.Pd. sebagai salah satu mentor yang juga mengajar di program studi PBI menegaskan bahwa CLLA ini bisa diterapkan ke berbagai level siswa, mengingat peserta workshop juga ada yang menanyakan hal demikian. Kita bisa menyesuaikan tingkat kesulitan dari materi atau latihan-latihan yang kita berikan ke siswa, sehingga Higher Order Thinking Skills (HOTS)-nya siswa juga bisa terasah, pungkasnya.

(Sumber : https://mercubuana-yogya.ac.id/berita-6958-pbi-umby-gelar-workshop-series-3-kolaborasi-dengan-upsi )