Profesor ke 29 Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D.

Kabar baik datang dari kampus tertua di Indonesia, Universitas Islam Indonesia (UII). Pada Kamis, 19 Januari 2023 UII menyelenggarakan acara penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia dengan nomor 74072/MPK.A/KP.07.01/2022 tentang Kenaikan Jabatan Akademik Dosen kepada Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D.

Dalam acara tersebut, SK Jabatan Fungsional Guru Besar diserahkan langsung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta, Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D. kepada Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., yang kemudian diberikan kepada Prof. Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D.

Rektor UII menyampaikan selamat serta merasa sangat bersyukur karena mendapatkan amanah baru berupa penambahan profesor yang ke 29 dalam bidang Kimia di UII. Dalam sambutannya, Prof. Fathul menyatakan bahwa proporsi dosen yang sudah menjadi profesor di UII sebesar 3,7%. Angka tersebut sangat cukup untuk sebuah perguruan tinggi swasta. Harapan kedepannya dosen yang berjabatan akademik sebagai profesor akan bertambah terus. Dan sejak tahun 2018, ada penambahan 15 orang guru besar di UII.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Aris mewakili LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta mengucapkan selamat dan sukses kepada UII atas penambahan profesornya. Karena pada tahun 2022 sebelumnya, LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta telah mengeluarkan sebanyak 10 SK Guru Besar, dimana 6 SK diantaranya diserahkan kepada UII. Sehingga UII perlu sharing best practice kepada kampus lain di lingkungan LLDIKTI V. Hal tersebut adalah pencapaian yang luar biasa, karena masih ada 11 orang dalam proses GB serta terdapat jabatan akademik doktor sekitar 200 orang dan lektor kepala.

Keberhasilan Prof. Allwar dalam mencapai jabatan fungsional tertinggi serta dapat menyandang gelar profesor pada hari ini, tentunya tidak lepas dari semangat mengikuti prestasi 2 profesor UII bidang Kimia sebelumnya, yakni Prof. Riyanto dan Prof. Is Fatimah. “Menjadi seorang guru besar bukanlah akhir dari pencapaian karir seorang dosen melainkan gelar ini dijadikan semangat untuk membangkitkan inspirasi baru dalam melahirkan karya-karya, inovasi, dan opini serta lulusan yang berkualitas tinggi, “ ujar Kepala LLDIKTI V menutup sambutannya.


BAGIKAN