Rakor Humas PTS Jogja: "Inovasi dan Sinergi dalam Membangun Pendidikan Tinggi Unggul di DIY

Yogyakarta – Dalam menghadapi tantangan besar yang dihadapi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di era persaingan global saat ini Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V menggelar Rapat Koordinasi Humas Perguruan Tinggi Swasta dengan mengangkat tema Inovasi dan Sinergi Humas Perguruan Tinggi dalam Membangun PendidikanTinggi di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara bertempat di Grand Rohan Jogja dan dihadiri oleh 100 Humas Perguruan Tinggi Swasta Daerah Istimewa Yogyakarta. (6/5/2024). 

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M. Dalam Sambutannya, Setyabudi menyoroti tantangan besar yang dihadapi perguruan tinggi swasta saat ini selain persaingan antar perguruan tinggi yang massive dan berskala global, namun juga penurunan minat kuliah lulusan SMA/sederajat. Hal-hal tersebut memerlukan strategi komunikasi publik yang sesuai dengan preferensi konsumsi informasi dari para Gen Z, tambah Setyabudi. “Tugas Humas menterjemahkan visi pimpinan, tentu perguruan tinggi ada kelebihan dan kekurangan, namun bagaimana humas meredam kekurangan dan melipatgandakan value/kelebihan kita di mata publik” Imbuh Setyabudi. Sambutan Setyabudi ditutup dengan pesan bahwa seluruh PTS di Jogja harus bersinergi, tidak hanya mempromosikan perguruan tingginya masing-masing, namun juga mempromosikan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai destinasi Pendidikan Tinggi Unggul di Indonesia. Sinergi tersebut bisa diraih dengan beberapa cara, diantaranya dengan resource sharing, team teaching, dan penelitian skema kerja sama, pungkas Setyabudi.   

Sesi pertama mengangkat tema " Strategi Meraih Prestasi Kompetisi kehumasan dan Pengukuran kinerja humas" menghadirkan narasumber Asmono Wikan (CEO PR INDONESIA Group). Peran strategis Humas di Organisasi Asmono ibaratkan sebagai “Lehernya Manajemen”. Asmono Wikan membagikan hasil survey yang dilakukan institusinya yang menyebutkan bahwa Kompetensi SDM Humas, Posisi Strategi Humas di Manajemen, dan Penganggaran kehumasan merupakan tiga hal utama yang menjadi prioritas para praktisi humas. Oleh karenanya Humas wajib memiliki kompetensi untuk beradaptasi dengan dinamika permasalahan pada proses bisnis serta memiliki alat untuk Evaluasi secara Kualitatif dan Kuantitatif, ujar Asmono Wikan. Meraih Prestasi dalam ajang Kompetisi Kehumasan merupakan salah satu “jalan pintas” untuk dapat tampil ke ruang publik tanpa biaya yang besar dan juga menjadi sarana pengukuran kinerja yang terukur, imbuh Asmono Wikan. Pada kesempatan itu Asmono Wikan juga membagikan tips dalam meraih prestasi di Kompetisi Kehumasan, salah satunya dalam hal siaran pers. “Jika ingin membuat Siaran Pers yang menarik Redaktur Media, maka memiliki pendekatan humanitarian dan positioning yang jelas”, saran Asmono Wikan kepada para Humas Perguruan Tinggi.

Sesi Kedua Berbagi Praktik Baik Pengelolaan SDM kehumasan dan Manajemen Krisis di Perguruan Tinggi oleh Kepala Biro Humas & Protokol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Hijriyah Oktaviani, S.IP., M.M. Hijriyah membagikan pengalaman pengelolaan kehumasan di UMY. Hijriyah Dalam pemaparannya, Hijriyah menjelaskan beberapa tahapan strategi yang perlu diperhatikan perguruan tinggi saat menghadapi krisis, di antaranya: identifikasi masalah, menyiapkan tim krisis, mengumpulkan data, memilih juru bicara yang kompeten, memilih waktu yang tepat menyampaikan informasi, hingga melakukan evaluasi.

Sesi Ketiga dengan tema Humas Produktif Melalui Konten Kreatif disampaikan oleh Dosen sekaligus Content Creator dari Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan, 
Muhammad Najih Farihanto S.I.Kom., MA. Najih menyampaikan bahwasannya Pengelolaan Digital Marketing melalui Media Sosial adalah cara PTS menjawab tantangan Persaingan antar PTS dan Tren program studi yang semakin dinamis khususnya Program Studi Pendidikan. Najih menambahkan bahwa Humas PTS perlu mendekatkan diri dengan mahasiswa untuk mengetahui cara menarik perhatian calon mahasiswa baru. “Ikuti Tren dan Tunggangi Arus”, Ujar Najih. Selain memiliki konten informasi resmi pada Akun Official Perguruan Tinggi, Najih menyarankan PTS juga memiliki dua “pilar” lain, yakni Akun Unofficial dan seorang Konten Kreator. Menurutnya, Akun Unofficial berguna untuk menyuguhkan konten yang casual dan relate dengan tren di kalangan anak muda, sedangkan Konten Kreator merupakan seorang Influencer dengan pengikut yang banyak di media sosialnya membantu membuat konten yang personal namun membantu promosi dari PTS itu sendiri. “Tidak ada pertumbuhan views yang instan, semuanya memerlukan proses trial and error, jadi kita harus mencoba dan mengevaluasi” pesan Najih kepada seluruh Humas Perguruan Tinggi.    

Inovasi dan sinergi dalam membangun pendidikan tinggi di Yogyakarta dengan fokus pada strategi humas, pengelolaan krisis, dan penggunaan konten kreatif diharapkan dapat meningkatkan visibilitas, daya tarik, dan kualitas layanan pendidikan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta.


BAGIKAN