Mendorong Pertumbuhan Ekonomi DIY Tahun 2023

Bank Dunia, International Monetary Fund (IMF), Asian Development Bank (ADB) dan Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) telah memprediksi perekonomian Indonesia akan tumbuh antara 4,7-5,1% pada 2023. Hal ini diungkapkan Dr. Y. Sri Susilo, M.Si. dalam diskusi terbatas dengan tema “Outlook Ekonomi Indonesia 2023: Bagaimana Proyeksi Ekonomi Yogyakarta Tahun Depan?” pada Kamis (5/1) di Kampus Terpadu UWM, Banyuraden, Sleman, Yogyakarta.

Selanjutnya, dosen Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) ini menyampaikan bahwa perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada triwulan III 2022 tumbuh 5,82% (year on year). “Kontribusi jasa lainnya sebesar 28,26%, Transportasi dan Pergudangan 24,97%, serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 20,22%, ekspor luar negeri 10,34%, dan pengeluaran konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga 8,80%,” tambahnya.

“Perekonomian di DIY akan tumbuh positif tapi masih dibawah pertumbuhan tahun 2022 yaitu sekitar 4-5%,” kata Ketua Program Studi (Kaprodi) Ekonomi Pembangunan UAJY ini. “Perlu disusun roadmap pengembangan produk ekspor DIY, diperlukan juga pelatihan dan pendampingan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam pemasaran digital dan permodalan,” tutup Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi (ISEI) Cabang Yogyakarta ini.

Humas@UWM


BAGIKAN