Perekonomian DIY: Proyeksi 2023

Kondisi global yang tidak menentu pada tahun 2022 menyebabkan lesunya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), demikian disampaikan Prof. Mahfud Solihin, M.Acc., Ph.D. dalam acara diskusi terbatas dengan tema “Outlook Ekonomi Indonesia 2023: Bagaimana Proyeksi Ekonomi Yogyakarta Tahun Depan?” pada Kamis (5/1) di Kampus Terpadu Universitas Widya Mataram (UWM), Banyuraden, Sleman, Yogyakarta.

Dalam kesempatan ini, Ketua Dewan Standar Akuntansi Syariah Ikatan Akuntan Indonesia (DSAS IAI) ini menyampaikan bahwa Indonesia menduduki peringkat 1 dalam Global Islamic Finance Report (GIFR) 2021dan mendapatkan 2 penghargaan dalam Global Islamic Finance Award 2021 yaitu GIFA Laurates Award 2021 for Head of State dan GIFA Islamic Finance Leadership Award for institutional category.

Lebih lanjut, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mengemukakan bahwa pada tahun 2020, Indonesia berada pada peringkat ke-7 sebagai negara teratas dalam aset keuangan syariah dengan total aset sebanyak 199 miliar USD, dimana total Islamic Finance Assets di dunia sebesar 3,4 trilyun USD.

Guru Besar Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) mengungkapkan bahwa asset perbankan syariah di Indonesia pada bulan September 2022 sebesar 749,9 trilyun rupiah, mengalami kenaikan cukup signifikan jika dibandingkan Desember 2021 sebesar 693,8 trilyun rupiah. “Saat ini yang perlu dikembangkan adalah social finance, termasuk di dalamnya adalah wakaf, nadzir wakaf, organisasi pengelola Zakat Infak Sodaqoh (ZIS),” tutupnya.

Humas@UWM

 


BAGIKAN