Dipanggil Menjadi Saksi, Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Saksi menurut pasal 1 angka 26 KUHAP adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri.

Pengertian ini telah dipeluas berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 65/PUU-VIII/2010 sehingga yang dimaksud sebagai saksi tidak hanya orang yang mendengar, melihat, atau mengalami sendiri, tetapi juga setiap orang yang dapat memberikan keterangan dalam rangka penyidikan, penuntutan, dan peradilan suatu tindak pidana yang tidak selalu ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri.

Menurut  penjelasan pasal 159 ayat (2) Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Menjadi saksi adalah salah satu kewajiban setiap orang. Orang yang menjadi saksi setelah dipanggil ke suatu sidang pengadilan untuk memberikan keterangan tetapi dengan menolak kewajiban itu ia dapat dikenakan pidana berdasarkan ketentuan undang-undang yang berlaku. Demikian pula halnya dengan ahli.

“Sering halnya terjadi ketika seseorang dipanggil menjadi saksi orang tersebut menjadi khawatir sampai tidak bisa tidur padahal penyidik yang memanggil bisa santai tertidur nyenyak.” Kata, Kapolda DIY, Irjen. Pol. Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H. saat menjadi narasumber di Seminar Nasional Rekonstruksi Paradigma Penegakan Hukum Pidana dalam Institusi Kepolisian RI yang diadakan Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram (FH UWM) (29/10).

Suwondo menyampaikan pesan kepada para penyidik untuk selalu menyampaikan dengan sejelas-jelasnya untuk keperluan apa seseorang dipanggil termasuk kejelasan dokumen yang perlu dibawa apabila diperlukan. Setelah selesai pemeriksaan, penyidik juga seharusnya menyampaikan kepada orang yang dipanggil bahwa pemeriksaan telah selesai dan kalau tidak ada fakta dan keterangan lain maka kapasitas orang tersebut masih menjadi saksi.

“Silakan pulang dan lanjutkan pekerjaan seperti biasanya dan yang paling penting jangan percaya kalau ada orang yang bilang anda bersalah dan meminta sejumlah uang” Lanjutnya. Hal ini penting dalam konsep pelayanan agar untuk memberi ketenangan dan kejelasan kepada orang yang dipanggil. 

“Ingat, polisi itu pelayan. Walaupun pangkatnya tinggi tidak boleh terlena seolah-olah menjadi penguasa”, Pungkasnya

 

Humas UWM - RSA


BAGIKAN