Dosen Kewirausahaan UWM: Pentingnya Punya Karyawan Efektif dan Produktif

Dalam dunia bisnis dan organisasi, penting bagi perusahaan untuk memiliki karyawan yang efektif dan produktif. Salah satu faktor yang memengaruhi kinerja karyawan adalah kesesuaian antara individu dengan organisasi dan pekerjaan yang mereka lakukan. Dalam konteks ini, ada dua konsep yang relevan: Person-Organization Fit (POF) dan Person-Job Fit (PJF). Pengaruh POF dan PJF terhadap kinerja karyawan tidak bisa diabaikan, karena ketidakkonsistenan dalam kesesuaian ini dapat menghambat produktivitas dan kepuasan kerja. Hal ini disampaikan oleh Utami Tunjung Sari, S.E., M.Sc. yang merupakan dosen Program Studi (Prodi) Kewirausahaan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Widya Mataram (UWM) pada Jumat (7/7) di Kampus Terpadu UWM, Banyuraden, Gamping, Sleman.

Lebih lanjut, Utami mengungkapkan bahwa POF mengacu pada kesesuaian antara karakteristik individu dan budaya serta nilai-nilai organisasi. Jika karyawan merasa bahwa nilai-nilai dan tujuan perusahaan sejalan dengan nilai-nilai pribadi mereka, mereka cenderung lebih berkomitmen dan termotivasi untuk mencapai tujuan organisasi. Misalnya, jika sebuah perusahaan memiliki budaya kerja yang kolaboratif dan karyawan memiliki orientasi yang sama, hal ini dapat menciptakan lingkungan yang mendukung kerjasama dan inovasi. “Dalam konteks POF, karyawan yang memiliki kesesuaian yang tinggi dengan organisasi mereka cenderung lebih puas, termotivasi, dan memiliki tingkat kinerja yang lebih tinggi,” tuturnya.

Person-Job Fit (PJF) berkaitan dengan kesesuaian antara karakteristik individu dengan tuntutan pekerjaan yang mereka lakukan. Ini mencakup kesesuaian antara keahlian, pengetahuan, dan kemampuan individu dengan persyaratan pekerjaan. Ketika seseorang merasa bahwa pekerjaan yang mereka lakukan cocok dengan kemampuan dan minat mereka, mereka cenderung merasa puas dan termotivasi dalam pekerjaan mereka. “Mereka juga lebih mungkin untuk mencapai hasil yang baik dan memenuhi harapan organisasi, misalnya, seorang karyawan yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu bekerja dengan baik dalam tim akan merasa lebih sesuai dengan pekerjaan yang melibatkan kerjasama dan komunikasi,” tambah ahli Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) ini.

Pengampu mata kuliah Komunikasi Bisnis ini kemudian menunjukkan bahwa POF dan PJF bukanlah satu-satunya faktor yang memengaruhi kinerja karyawan. Masih ada faktor-faktor lain seperti dukungan manajemen, lingkungan kerja, dan motivasi individu yang juga berperan dalam menentukan kinerja karyawan. “Oleh karena itu, untuk meningkatkan kinerja karyawan secara efektif, perusahaan harus mempertimbangkan kesesuaian individu dengan organisasi dan pekerjaan, serta faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kinerja mereka,” tegasnya.

 

Humas@UWM


BAGIKAN