Kaprodi Arsitektur UWM: MAHT untuk Urban Heritage Building

Monitoring and Assessment Heritage Tool (MAHT) merupakan salah satu alat penilaian dan pemantauan yang menggabungkan berbagai dimensi, untuk mengumpulkan informasi yang komprehensif tentang urban heritage building dengan data yang holistik. Hal ini disampaikan oleh Desy Ayu Krisna Murti, S.T., M.Sc. yang merupakan Ketua Program Studi (Kaprodi) Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Widya Mataram (UWM) di Gedung FST UWM pada Jumat (1/9/2023).

MAHT didasarkan pada pemilihan item dari Methodology for the Assessment of Residential Built Heritage (MARBH) yang dianggap lebih relevan untuk mengidentifikasi, mengukur dan mengklasifikasikan urban heritage building. “MAHT terdiri dari beberapa dimensi, diantaranya terkait dengan Heritage Attributes (HA) dari urban heritage building. Dimensi ini mengidentifikasi fitur fisik, dan karakteristik konstruktif dari kain dan bangunan perkotaan,” tambahnya.

Dimensi berikutnya dari MAHT mengevaluasi Safety Conditions (SC). “Dimensi ini mengidentifikasi adanya kerusakan, kegagalan fungsi, kondisi yang tidak dapat digunakan dan kondisi disfungsional kebakaran pada sistem bangunan dan elemen konstruktif, yang diakibatkan oleh kerusakan struktur yang mengalami kerusakan dan/atau perlakuan bangunan yang terabaikan, dan dengan demikian juga terkait dengan hilangnya atribut yang disebutkan dalam dimensi HA,” papar Desy.

 

Humas@UWM


BAGIKAN