Lele Dumbo, Potensi Sumber Protein Hidrolisat Melimpah dan Terjangkau

Protein hidrolisat pada dasarnya diproduksi oleh hidrolisis enzimatik sumber protein utuh oleh enzim proteolitik yang sesuai dalam kondisi yang terkendali, diikuti dengan pemrosesan pascahidrolisis untuk mengisolasi peptida bioaktif yang diinginkan dari campuran kompleks peptida aktif dan tidak aktif. Hal ini disampaikan oleh Eman Darmawan, S.T.P., M.P. yang merupakan Ketua Program Studi (Kaprodi) Teknologi Pangan (TP) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Widya Mataram (UWM) pada Rabu (16/8) di Gedung FST UWM.

Protein hidrolisat memiliki hingga 20 residu asam amino atau oligopeptida, yang dilepaskan melalui hidrolisis baik selama pencernaan pencernaan di dalam tubuh atau selama fermentasi. “Pembuatan peptida bioaktif tergantung pada lingkungan reaksi dan residu asam amino yang dapat meningkatkan atau menurunkan aktivitas antioksidan hidrolisat protein. Selain komposisi kimia, hidrofobisitas hidrolisat mempengaruhi aktivitas antioksidan peptida bioaktif,” tambah Kaprodi TP UWM ini.

Secara umum, peptida bioaktif memiliki aksi antioksidan karena mampu membersihkan atau memadamkan radikal bebas dan spesies oksigen reaktif (ROS). Protein hidrolisat dapat diperoleh dari berbagai sumber, salah satunya adalah lele dumbo. “Di Indonesia banyak dibudidayakan lele dumbo, sehingga jumlahnya sangat melimpah dan menjadi sumber protein yang murah,” tegasnya.

 

Humas@UWM


BAGIKAN